Jumat, 22 April 2016

~Kiss Kiss Kiss~ (Oneshoot)


KISS KISS KISS
~Kiss Kiss Kiss~
Present by : 29Megumi/@0729yes
Cast : Jeon Jungkook (BTS), Im Nayeon (Twice)
Support Cast : Im Jaebum (GOT7), Mina (Twice)
Genre : Romance, Fluff, Teenagers | Length : Oneshoot | Rating : G
Special song for this fanfiction :
SNSD – Kissing You, Apink – Mr.chu, F(x) – Chu~, Miss A – Hush
Summary :
Kata-kata yang manis dan
menyenangkan “Aku cinta kamu”
Apakah kau akan diam-diam datang kepadaku dan menciumku lagi ?
Kau seperti mimpiku , Kau adalah Mr Chu.
Aku tak dapat berpikir dengan benar
Kiss Kiss Kiss baby

Do do it, chu~♥ (It’s) true, true, true, true, it’s
you~
.
.
.
.
.
-o0o- Kiss Kiss Kiss –o0o-
“Jungkook?”
“Hmm”
Im Nayeon mengerucutkan bibirnya, matanya menatap iri pada layar televisi yang terdapat dicafe tempatnya sekarang berada, televisi itu menayangkan sebuah music video girlgroup Miss A – Hush, dan kalian pasti sudah tahu bagaimana cantik-cantiknya semua member itu menari dengan seksi dan lucu, terlebih bibir yang merah menggoda. Astaga, Jungkook saja sampai tak berhenti memandangi layar televisi sejak tadi. Membuat Nayeon ingin melempar benda apa saja ketelevisi tak berdosa itu.
Kesal, Nayeon menyendokkan ice creamnya dan memasukkannya kedalam mulut Jungkook tanpa permisi dan sedikit kasar.
“YAAAA..MPPHH” Jungkook kelabakan, ia bahkan hampir memuntahkan ice cream itu karena tersedak. Buru-buru pria yang masih mengenakan seragam sekolah itu meraih tissue dan membersihkan ice cream yang berjatuhan dan juga mengotori bibirnya.
“Kau gila ya ?” Jungkook menatap tak terima pada perlakuan Nayeon, sementara yang ditatap justru memalingkan muka kesal. Lebih memilih memandangi kearah jendela luar cafe.
Jungkook masih sibuk membersihkan ice cream yang berceceran, sesekali Nayeon melirik aktifitas Jungkook itu dari sudut matanya. Ia bernapas lega, paling tidak Jungkook tidak lagi menonton MV gadis gadis cantik itu.
“Aku ingin pulang saja” ujar Nayeon tiba-tiba.
“Waeyo? Tadi kau yang meminta makan ice cream, kenapa sekarang kau mendadak ingin pulang?”
“Itu tadi, aku sudah tidak mood” Nayeon melangkah lebih dulu keluar cafe, sementara Jungkook menghela napas berat dan mau tak mau menuruti gadis itu.
Jungkook memperhatikan setiap langkah Nayeon dari belakang. Kini, Nayeon berjalan didepan dan Jungkook mengikuti dibelakangnya. Pikiran pemuda itu masih saja berkutat pada Nayeon.
Sesekali, ia menyunggingkan senyum kecil. Kenangan bagaimana gadis didepannya ini melakukan hal bodoh untuknya membuat kupu-kupu menggerayangi perutnya dan tak tahan ingin tertawa. Tapi, yang lebih hebatnya lagi, semua hal bodoh itu yang membuat ia menyukai gadis ini.
Nayeon yang lucu, polos, bodoh, dan tentunya manis.
Jungkook suka semua tentang Nayeon. Meski ia tak selalu bersikap manis pada Nayeon. Tapi, ia sangat menyukai Nayeon. Melebihi yang diketahui gadis itu.
Tiba-tiba, langkah Jungkook berhenti seiring dengan Nayeon yang mendadak menghentikan langkah.
Alis Jungkook bertaut, kenapa Nayeon berhenti? Halte masih beberapa meter lagi didepan. Jungkook pun mengikuti arah pandang Nayeon, sepertinya Nayeon memandangi penuh minat sebuah toko dengan ornamen serba pink. Toko perlengkapan kecantikan wanita tentunya.
“Kau tidak ingin masuk kesana kan?” Tanya Jungkook ngeri melihatnya. Ia tidak bisa bayangkan jika Nayeon meminta ditemani kedalam toko yang sudah pasti isinya wanita semua.
Nayeon menoleh, mendengus dengan lucu dan bibir yang masih setia memberengut.
“Tidak”
Kembali Nayeon mengambil langkah lebih dulu.
Lagi, Jungkook terkekeh kecil melihat tingkah Nayeon. Sungguh tangannya sudah gatal ingin mencubit pipi tembam itu.
“Yaa Im Nayeon tunggu aku”
Jungkook menggerakkan tungkainya mengejar Nayeon yang berjalan mendahului.
Jangan tanyakan alasan kenapa kedua pasangan ini selalu naik bus? Bukan karena Jungkook yang tidak mampu atau tidak punya sepeda motor. Tapi, pemuda itu tidak mungkin membiarkan Nayeon menaiki motor besarnya jika Nayeon mengenakan rok sekolah yang minim itu.
Sebuah bus datang tepat saat Nayeon dan Jungkook baru saja tiba dihalte, tanpa banyak bicara, lantas keduanya menaiki bus.
Nayeon masuk lebih dulu, ia tersenyum melihat bus yang tidak banyak penumpang. Dengan leluasa Nayeon memilih kursi paling belakang dekat jendela.
Jungkook juga tentu saja mengikuti Nayeon. Dan mendudukkan diri disebelah Nayeon.
“Syukurlah busnya lengang, kita tidak perlu berdesakan” ujar Nayeon.
Jungkook menguntai senyum, pemuda itu meraih ponsel dan headset.
“Mau mendengarkan lagu? Masih lama sampai ke komplekmu”
Nayeon mengangguk. Jungkook mengenakan sebelah headset ketelinga Nayeon, dan sebelahnya lagi ke telinganya sendiri. Sebuah lagu ceria berputar. Nayeon mengerutkan keningnya.
“Bukankah ini lagu SNSD ?”
Jungkook mengangguk, “kissing you”
Blushh
Pipi Nayeon bersemu ketika Jungkook mengucap judul lagu yang mereka dengarkan itu. Kenapa Jungkook memutar lagu itu? Apa maksudnya?
Menahan gugup, Nayeon hanya diam dan mengarahkan pandang keluar jendela. Hal favoritnya. Pasangan itu pun hanya diam sepanjang perjalanan dengan diiringi lantunan lagu yang berputar.
Namun, saat lagu terus berganti, Nayeon mengerutkan kening. Tadi SNSD – Kissing you, lalu sekarang. Apink – Mr.chu yang terputar dari ponsel Jungkook.
“Apink?”
“Wae?”
Nayeon menoleh, “kau itu suka girlgroup ya?”
Jungkook mengangguk, “tentu saja, pertanyaan bodoh! Mana mungkin aku suka boygroup Nayeon”
Nayeon menggaruk kepalanya yg tak gatal.
“Pantas saja, melihat MV missA sampai sebegitunya tadi”
“Eh? Apa?”
“Tidak”
“MissA, itu favoritku, ahh girlsday juga, snsd juga, AOA juga, ehhmm”
“Ishhhh”
Jungkook tertawa melihat ekspresi Nayeon yang tak suka, gemas. Akhirnya Jungkook mencubit pelan pipi tembam Nayeon.
“Aku hanya suka lagunya saja im Nayeon”
“Bohong, kau pasti suka juga dengan member yang cantik dan seksi itu kan?”
“Aku tidak seperti oppamu, dan perlu kau tahu, aku mengkoleksi lagu lagu ini juga tertular dari oppamu yang penggila MissA itu”
Nayeon menatap ngeri. Pantas saja, ia tahu dengan sangat, jika Jaebum kakaknya itu memang fanatic girlband asuhan JYP Entertainment, Miss A.
-o0o-
Doo doo roo~ doo doo doo
Kissing you baby~
Doo doo roo~ doo doo doo
Loving you baby~
Nayeon memasuki rumahnya dengan disambut musik kencang dan video yang memutar lagu SNSD dari televisinya. Gadis itu mendengus ketika melihat kakaknya yang membersihkan rumah sembari berjoget tidak jelas.
“Astagaa. Yoona cantik sekali” sesekali kakaknya bergumam memuji para gadis gadis yang menari dengan imutnya dilayar televisi.
“Andai saja, Mina tahu bagaimana kelakuanmu, kujamin kau dipecat sebagai pacar oppa!” Gerutu Nayeon.
Mendengar nama kekasihnya disebut, Jaebum menghentikan gerakannya. Menatap Nayeon dan memberengut.
“Sekali kau berani melapor pada Mina? Aku tidak akan membiarkan Jungkook masuk rumah ini”
“Cihh.. kalau begitu jangan tulari Jungkook dengan hobi fanboy mu itu oppaaaaa” Nayeon kesal. Ia kemudian mematikan televisi secarak sepihak. Sudah cukup ia mendengar lagu-lagu imut bercerita tentang kissing hari ini.
Gadis itu menghentakkan kaki dan menaiki anak tangga menuju kamarnya dilantai dua. Jaebum memandang Nayeon dan menggelengkan kepala.
“Memangnya kenapa kalau aku suka girlband? Itu kan wajar” gumam Jaebum membela diri sendiri.
Kemudian, kakak Nayeon itu memutuskan tak menghiraukan gerutuan Nayeon dan kembali mengepel rumah. Saat atensinya kembali pada lantai, ia terperangah melihat lantai yang tadi sudah ia pel kini kembali kotor bercak sepatu milik Nayeon.
“YAAA IM NAYEONNNNNN”
Jaebum berapi-api, jarang-jarang ia membersihkan rumah, tapi karena hari ini spesial Mina kekasihnya yang dari jepang akan datang. Mau tak mau, jaebum harus merapikan rumahnya.
Dan Nayeon menghancurkan semuanya.
Baru jaebum mau melangkah memarahi Nayeon. Genderang telinganya sudah disambut dengan bunyi bel. Laki-laki itu pun mengurungkan niat ke kamar Nayeon. Dan melihat siapa tamu yang datang disaat ia sedang tidak mood ini.
“Astaga, Mina” Jaebum kelimpungan,
ia melihat penampilannya yang urakan hanya dengan memakai boxer pendek dan kaos tanpa lengan. Tidak mungkin ia membukakan pintu untuk mina dengan penampilan begini.
Apalagi ia belum mandi,
Segera jaebum berlari kekamar Nayeon dan membuka pintu kamar adiknya itu tanpa mengetuk dulu. Ia tidak tahu, jika Mina akan datang lebih cepat.
“OPPAAAAAAAA” Nayeon berteriak kaget.
Kalian tahu ? Nayeon baru saja sedang menonton MV girlgroup yang disukai Jungkook. Ia sedang memperhatikan gerakan-gerakan gadis-gadis itu dan mencari tahu, sebenernya apa yang membuat para laki-laki menyukai mereka.
Dan betapa malunya ia, karena sekarang ia tertangkap basah oleh jaebum saat ia baru saja menirukan gerakan Apink – Mr.chu.
Jaebum ingin menertawai adiknya, tapi bel rumah kembali berbunyi dan mengingatkan tujuan awalnya.
“Nay, kau harus bukakan pintu dibawah. Mina datang, dan aku belum mandi, temani dia sampai aku selesai mandi yaa.. okeee” Jaebum segera melesat keluar dan tenggelam dalam kamarnya.
Nayeon keluar dari kamarnya, ia mendengus. Kenapa oppa nya itu bisa menjadi orang keren dan konyol dalam waktu bersamaan?
Gadis yang belum mengganti seragam sekolahnya itu, membukakan pintu rumahnya. Menyambut Mina-pacar sang kakak- yang baru tiba dari jepang.
“Minaaaaaa”
“Nayeonnnnn”
Mina dan Nayeon saling berpelukan melepas rindu, mereka adalah teman dekat. Jaebum lebih tua beberapa tahun dari Mina, meski begitu kakaknya tidak pernah menyukai gadis lain melebihi ia menyukai Mina, Nayeon penasaran, apa yang dibuat Mina sampai kakaknya yang notabene bergaul dengan banyak playboy seperti Mark oppa itu tak bisa berpaling. Heol, mengingat itu membuat Nayeon teringat pada Jungkook? Haruskah ia melakukan sesuatu agar Jungkook tidak melirik gadis lain? Tapi apa?
“Mina”
“Hmmm”
“Sudah seberapa jauh kau berhubungan dengan oppaku?”
Mendengar pertanyaan Nayeon membuat alis Mina bertaut dan pipinya bersemu merah.
“Kenapa kau bertanya begitu, bukannya persilahkan aku masuk dulu”
Nayeon lupa, mereka masih didepan pintu sekarang.
“Ahh iyaa.. ayo masuk..duduk dulu ya, oppaku sedang mandi. Kau tahu, dia habis menjadi pembantu rumah tangga. Kau mau minum apa?”
“Air putih saja, yang dingin yaa.. maksudmu jaebum oppa habis bebersih rumah?”
Nayeon mengangguk. Rumah keluarga Im ini memang sangat ramah lingkungan. Dan juga tidak terlalu banyak skat yang memisah antar ruangan. Seperti halnya ruang tamu dan dapur yang hanya dibatasi sebuah almari yang diisi miniatur miniatur mainan kecil.
Membuat Mina masih bisa melihat pergerakan Nayeon didalam dapur dari sini.
“Iya, kadang oppa ku itu memang hebat dan baik juga bersih”
Mina terkekeh, “kadang ya.. hanya terkadang”
Nayeon yang berjalan membawakan segelas air mineral dingin pun tertawa. Ya, oppa nya itu memang memeliki kepribadian yang unik.
“Tapi meski begitu, jaebum selalu keren, apalagi saat sedang diatas ring taekwondo” mina memuji kekasihnya itu dengan senyum sumringah.
“Heoll..aku tidak suka setiap ia bertanding taekwondo, kau tahu? Olagraga kelaki-lakian itu berbanding terbalik dengan hobinya menjadi fanboy MissA”
Mina mengerucutkan bibirnya mendengar itu, “yaa.. mau bagaimana lagi, aku tidak bisa melarang dia suka MissA, yang penting aku tetap nomor satu untuknya”
“Kau nomor dua mina, aku nomor satu untuk oppa” Nayeon tertawa.
Dan mina mendengus melihatnya, Nayeon memperhatikan Mina, sepertinya ada yang berubah dari mina. Sekarang mina jadi lebih cantik, dan sepertinya mina juga memoles wajahnya dengan make up.
“Mina?”
“Ya?”
“Apa dengan make up itu, jaebum oppa masih menempel padamu?”
“Mwooo?”
Nayeon bingung, ia mengerucutkan bibirnya dan melipat tangan didepan dada.
“Aku heran, kenapa jaebum oppa tidak pernah berpaling darimu ? Sebenarnya apa yang kau lakukan sampai kalian masih terus bersama meski sudah berjauhan tempat tinggal?”
Mina tersenyum, “tentu saja ada rahasianya Nayeon”
“Apa itu?” Tanya Nayeon antusias.
Mina menggerakkan jari telunjuknya dan menunjuk bibirnya sendiri.
Nayeon terperangah, apa maksud mina?
“Apa? Aku tidak mengerti”
“Ishh dasar, kau itu terlalu polos Nayeon”
“Memangnya apa? Katakan yang jelas”
“Mari sini, kita bicara dikamarmu saja”
Mina menarik tangan Nayeon.
Kedua gadis itu pun memasuki kamar Nayeon dan mengunci pintu. Entah hal apa yang mereka lakukan didalam. Jaebum yang sudah keluar dari kamar pun tidak dipedulikan oleh Mina.
“Jangan mengganggu dulu, ini urusan wanita”
Setidaknya kalimat itu yang membuat jaebum duduk termangu diatas sofa sambil menunggu kekasihnya itu keluar dan menyelesaikan urusan yang disebut urusan wanita itu.
-o0o-
“Jadi, kau sudah pernah berciuman dengan oppaaaa?” Nayeon berteriak.kaget.
Teriakan itu menggema dan membuat mina menahan malu serta membekap mulut Nayeon agat jaebum tidak bisa mendengar itu.
“Jangan keras-keras, lagi pula aku tidak benar benar berciuman dengan jaebum oppa”
“Aduhhhh aku tidak mengerti mina. Katakan dengan jelas? Maksdumu apa? Berciuman tapi tidak benar-benar berciuman?”
“Ishhh.. bibir kami hanya menempel, dan tidak ada pergerakan lebih, tapi itu saja sudah membuat jantungku mau copot, setidaknya saat ia mencium ku aku tahu, kalau ia hanya menyayangiku”
Nayeon menatap mina dengan tatapan bingung. Ia tidak mengerti apa yang dibicarakan mina.
“Memangnya kalau berciuman itu ada gerakan lebih apa? Bukannya memang hanya menempel”
Mina menepuk jidatnya sendiri “astagaaa.. aku tidak yakin pacarmu itu bertahan dengan gadis bodoh sepertimu”
“Yaaaa.. kau mengataiku bodohhh” Nayeon merengek tak suka.
“Habis, kau itu lemot sekali dalam berpiki, kau tidak pernah menonton drama apa? Disana kan adegan seperti itu seharusnya kau belajar”
“Jaebum oppa selalu melarangku menonton drama percintaan”
Mina menggeleng-gelengkan kepalanya, ia mengerti sekarang kenapa Nayeon begitu polos. Cara jaebum menjaga Nayeon lah penyebabnya.
“Tapi, Jungkook pernah menciumku”
Mata mina berbinar mendengarnya, “benarkah?”
“Iyaaa” Nayeon juga antusias, mengingat pertama kali dirinya dan Jungkook berkencan.
“Dibibir?”
“Bukan”
“Lalu?”
“Di pipi”
Mina mendengus, “kalau itu si hampir setiap saat dilakukan jaebum oppa padaku”
“Jinjaaaaa?” Teriak Nayeon iri.
“Itu bukan hal spesial”
“Tapi itu hal spesial bagiku, aku tidak bisa napas karena dia, jantungku berhenti berdetak, dan darahku serasa berhenti mengalir. Aku lemas saat ia mencium pipiku”
“Ouhhh… Nayeon segitunya kah? Bagaimana jika dia mencium bibirmu?”
“Tidak tahu, mungkin aku akan pingsan saat itu juga”
Mina tertawa, kemudian Nayeon juga tertawa. Mina memperhatikan temannya yang masih polos itu, sepertinya ia harus membantu Nayeon sedikit.
Mina pun meraih tasnya dan mengambil sebuah kotak berisi alat make up untuk Nayeon yang memang sengaja ia belikan.
“Tadaaaaa.. aku membawa ini untukmu”
“Apa ini?” Tanya Nayeon bingung.
“Buka saja, aku tahu dari jaebum oppa kau sudah punya kekasih. Jadi aku belikan itu, agar kau terlihat lebih cantik didepan pacarmu ketimbang idol idol sexy dan imut di tv itu”
Nayeon pun antusias, ia membuka kotak itu dan melihat berbagai perlengkapan make up yang dimaksud Mina, mengingat bagaimana Jungkook melihat music video dicafe tadi, membuatnya semangat mencoba make up itu.
“Ini lipstik?”
“Hmm.. warna ku pilih warna yang manis dan pas untukmu, coba saja”
Nayeon segera melangkah mendekati meja rias nya, mencoba lipstik yang diberika mina itu.
Kedua gadis itu nampak saling berbahagia, mencoba dengan riang segala make up yang dibawa mina. Nayeon memperhatikan dirinya pada pantulan kaca dan tertawa. Ia seperti melihat orang lain saat ia memakai make up.
“Lebih baik aku mandi dulu, kau tunggu sebentat mina, setelah itu kita coba lagi yaaa”
Mina mengangguk, ia pun menunggu Nayeon mandi dan setelahnya dengan senantiasa menemani Nayeon serta mengajari Nayeon bagaimana ber make up dengan baik natural, sampai gadis itu lupa, kalau jaebum masih menunggu diluar kamar.
-o0o-
Tinggg
Denting bel rumah berbunyi, jaebum yang sedang suntuk menggonta-ganti channel televisi pun akhirnya berdiri malas dan melangkah menuju pintu, melihat siapa yang datang.
Jaebum tersenyum cerah saat tahu Jungkook yang datang. Ia lantas membuka pintu dan memeluk Jungkook.
“Akhirnyaaaa penyelamatku datang..”
“Hyung.. lepaskan” Jungkook memberontak dan melepas pelukan jaebum.
Ia memandang miris pada penampilan jaebum yang urakan, dan sudah pasti dalam keadaan tidak baik.
“Aku hampir gila karena menunggu gadis gadis itu hampir 5 jam tahu, sebenarnya apa yang mereka lakukan didalam” jaebum melangkah gontai.
Jungkook sudah tahu, pasti ini alasan kenapa jaebum merengek menelponnya untuk kerumah.
“Jadi dimana Nayeon?”
“Dia dikamar”
“Apa yang dilakukan?”
“Mana aku tahu”
“Sebaiknya kupanggil saja dia, astaga aku sudah mati menahan rindu dengan mina dan dia merebut perhatian mina, kalau bukan adikku, sudah kutinju dia habis-habisan”
Jungkook terkekeh sembari mengekori langkah jaebum menuju kamar Nayeon.
“Nayeon… Jungkook datang, cepat keluar” teriak jaebum.
Nayeon yang sedang membubuhkan lipstik berwarna merah peach kebibirnya pun kaget sampai lipstik itu memoles hingga melewati bibir.
“Ahh.. eotheokke?? Minaaa bagaimana ini?” Nayeon panik, ia segera mencari tissue dan mencoba membersihkan lipstik yang berantakan itu, tapi bukannya bersih, justru noda lipstik itu makin melebar kearea pipinya.
“Mina, bagaimanaaa iniiii” Nayeon panik.
Mina juga menjadi panik, ia kemudian mengambil tissue basah dari dalam tasnya.
“Coba pakai ini, sementara aku yang buka pintu, kau bersihkan dikamar mandi”
Nayeon mengangguk, ia meraih tissue itu dan bergegas kekamar mandi yang terletak didalam kamar itu juga. Mina menggelengkam kepalanya, ia pun membuka pintu, melihat jaebum dan seorang laki-laki yang ia belum kenal, tapi pasti itu adalah Jungkook, pacar Nayeon.
Jaebum mendengus melihat Mina, ia memasang wajah kesalnya.
“Sibuk apa saja kau dengan sikelinci itu” jaebum mengalihkan pandang dan melangkah menjauh dari kamar.
Mina yang sepertinya mengerti kekesalan jaebum pun mengekori jaebum.
“Oppaa.. kau kenapaaa?”
Kini, tinggalah Jungkook ditinggal sendiri didepan kamar Nayeon. Ia memandang ngeri kearah pasangan yang tengah saling merajuk itu.
“Astaga, pantas saja Nayeon selalu bersikap konyol, kakaknya juga seperti itu”
“Minaaaaaaaa, tolong akuuuuuu”
Mendengar teriakan Nayeon, Jungkook bingung dan langsung masuk kekamar memeriksa apa yang terjadi pada Nayeon.
-o0o-
“Apa yang kau lakukan, astaga ada-ada saja ?”
Jungkook bersuara, masih dengan telaten pemuda itu membersihkan noda merah dipipi Nayeon. Gadis didepannya ini sepertinya tak pernah berhenti berbuat sesuatu yang menggelitik perutnya.
Pipi gadis itu menggelembung menahan malu, membuat Jungkook gemas.
“Jadi, apa yang kau lakukan sampai pipi dan bibirmu penuh merah-merah begini?”
“Ini karena aku mencoba lipstik yang dibawakan mina untukku”
Jungkook tertawa, astaga sebegitu polosnya ka Nayeon sampai membersihkan noda lipstik saja tidak bisa.
“Aku panik saat kau tiba-tiba datang, jadi lipstik ini malah tercoret kemana-mana. Lagi pula kenapa kau datang tidak bilang dulu?”
Jungkook kembali mengambil tissue basah, dan menyeka sisa terakhir noda merah ditepian bibir Nayeon. Pemuda itu lalu tersenyum.
“Oppa mu yang memintaku datang, dia bilang adiknya merebut pacarnya”
“Heollll” Nayeon mengerucutkan bibirnya, lalu ia menyentuhkan tangannya diarea wajah.
“Apa sudah hilang?” Tanya Nayeon.
“Sudah” Jungkook meraih kaca kecil yang terletak tak jauh dari tempat tidur Nayeon.
Mengarahkan nya pada Nayeon agar Nayeon bisa melihat wajahnya sendiri.
“Ahh iyaa sudah hilang, terimakasih” Nayeon menyunggingkan senyumnya.
“Sama-sama, tapi bibirmu masih sedikit merah”
“Tidak apa, besok juga hilang”
Jungkook diam, sebenarnya ia sedikit merasa aneh dan berdebar melihat Nayeon. Terlebih, kini mereka berada dikamar Nayeon. Dan tentu saja ia bisa melihat bebas barang-barang yang ada dikamar Nayeon ini. Termasuk foto lucu Nayeon yang berukura cukup besar diletakkan didinding.
“Kau itu narsis ya, semua kamar hanya berisi foto mu”
Nayeon tersadar, ia pun menutup mukanya malu, laku menarik Jungkook untuk keluar dari kamarnya. Bisa-bisa Jungkook melihat foto kecil Nayeon diatas nakas tadi. Ahh tentu saja itu memalukan.
“Wae?”
Jungkook melajukan protes saat mereka sudah berada diluar kamar dan Nayeon menutup pintu kamar.
“Aku malu” ini pertama kalinya, Nayeon mengutarakan rasa malunya. Jungkook ingin tertawa, tapi melihat Nayeon menunduk dan menyembunyikan wajah memerah itu, ia mengurungkan niat. Lalu tangannya meraih jemari Nayeon dan saling menautkan.
“Bagaimana kalau kita keluar sebentar, masih belum terlalu malam”

-o0o-
“Aku cinta kamu” kata-kata yang manis dan menyenangkan itu terlontar begitu saja dari bibir Jungkook. Membuat Nayeon kepayahan menahan agar dirinya tidak pingsan saat ini juga.

Chu~~~
Dan apa ini?
Jungkook menciumnya?
Nayeon diam membeku, ia masih berpikir disaat bibir Jungkook sudah jelas menempel pada bibirnya. Hanya menempel, tidak lebih.
Jungkook menarik diri, tersenyum hangat. Lalu, ibu jarinya ia gunakan untuk mengusap permukaan bibir Nayeon dengan lembut.
Setelahnya, Pemuda itu memalingkan wajah dan kembali fokus melahap ice cream yang tadi mereka beli. Suasana malam taman kali ini benar-benar panas, padahal angin terus bersorak. Mungkin akibat Nayeon yang polos dan membuatnya makin jatuh cinta.
Nayeon diam, ia masih belum bisa mengerti apa yang baru saja terjadi. Jungkook menciumnya? Benarkah? Nayeon menjatuhkan ice cream yang ia pegang dan kedua tangannya menangkup wajahnya sendiri.
“Kau menciumku?” Ujar Nayeon pelan.
Jungkook gelagapan, ia gugup sekarang. Apa ia salah memberi satu ciuman kecil untuk Nayeon?
“Wae?” Tanya Jungkook juga dengan sepelan mungkin.
“Anni” Nayeon menggelengkan kepalanya. Mengibas-ngibaskan tangan kewajahnya yang merasa panas.
“Ice cream mu jatuh, apa kau mau lagi?”
“Ne? Ahh boleh”
Jungkook segera berdiri “tunggu sebentar” pemuda itu berlari kecil menuju warung tak jauh dari ayunan tempat mereka menghabiskan waktu.
Nayeon yang ditinggal sendiri pun akhirnya meluapkan rasa bahagianya. Ia tersenyum dan sesekali menggerakkan kakinya senang.
“Apakah kau akan diam-diam datang kepadaku dan menciumku lagi ? Kau seperti mimpiku , Kau adalah Mr Chu ku jeon” Nayeon menepuk-nepuk sendiri wajahnya.
Berulang kali gadis itu mengatur napas, mencoba menenangkan batinnya yang ingin berteriak, dan jantungnya yang melemas akibat sikap Jungkook.
“Aku tak dapat berpikir dengan benar, astaga kau benar-benar menciumku? Kiss? My first kiss? Kau Jungkook, kau benar-benar melakukannya, itu kau”
Nayeon hampir berkata sendiri dan tersenyum sendiri. Ia benar – benar bahagia. Ia lantas merapikan rambutnya juga bajunya menunggu Jungkook kembali setelah membeli ice cream lagi.
Mengingat kembali hal tentang kiss itu membuat pipi Nayeon bersemu dan tersenyum kembali, dan tentu ditempat umum seperti ini, banyak yang bisa melihat tingkah Nayeon yang aneh itu.
Seorang anak kecil laki-laki menghampiri Nayeon yang tak berhenti tersenyum diayunan taman.
“Noona, kau gila ya?”
Jedarrrrrrrrr seperti tersambar batu besar. Senyum Nayeon luntur dan menatap sangar pada anak laki-laki yang memandangnya aneh.
“Mwoooooooooo?”
Fin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar