
Pretty potter
Present by : 29Megumi / @0729yes
Cast : Jeon Jungkook (BTS), Im Nayeon (Twice)
Rabbit Couple
Genre : Romance, Fluff | Length : Oneshoot | Rating : G
Summary :
–Aku tak bisa mengendalikan diriku karena semua ekspresimu. Melihatmu, kepalaku berputar,
Kau seperti Kolam yang penuh dengan kecantikan, dan aku menyelam di dalamnya–
Special song : BTS – Beautifull, Infinite H – Pretty
–o0o– Pretty Potter –o0o–
“Yang ini bagaimana?”
Kostum cosplay berwarna biru terang dengan pernak-pernik nyentrik ala Sailer Moon. Tentu saja Jungkook menggeleng cepat,
“ganti”
Nayeon mengeluh, gadis itu mengerucutkan bibirnya sebal. Ini sudah ketiga kalinya Jungkook menolak kostum yang dipilihnya untuk acara halloween party besok disekolah. Merasa sudah lelah, Nayeon mendudukkan dirinya pada sofa terdekat.
“Aku menyerah”
Jungkook tersenyum tipis, “setidaknya pilihlah pakaian yang lebih tertutup, acara itu malam. Kau yakin akan memakai rok seperti itu?”
Sudut mata Nayeon melirik pada kostum Sailer Moon yang ia letakkan begitu saja saat menerima penolakan dari Jungkook. Nayeon membenarkan ucapan Jungkook, tapi kostum itu yang paling baik dan tetap terlihat manis saat dipakai.
“Lalu aku harus berdandan seperti apa? Kau tidak memintaku berkostum Sadako kan?” Cerca Nayeon kesal.
“Itu boleh”
“YAKKKKK”
Jungkook tertawa, “aku pilihkan” akhirnya Jungkook berdiri, memeriksa setiap kostum cosplay yang cocok untuk Nayeon kenakan.
Yang tertutup, tidak ribet, dan tetap membuat Nayeon manis.
Eh tapi?
“Bukankah lebih baik ia pakai kostum Sadako? Dengan begitu tidak ada yang mendekatinya kan?” Batin Jungkook dan tersenyum nakal.
“YAAKKK.. Kau benar-benar memilihkan ku kostum itu?”
Nayeon merengek tidak suka melihat Jungkook memegang sebuah kostum putih menjuntai panjang seperti Sadako. Cengiran kelinci khas Jungkook makin membuat Nayeon cemberut.
“Tidak mau!!!! Aku harus tetap cantik besok malam”
Jungkook mendesis, “kau selalu cantik Nayeon-ah, jadi kenakan yang biasa saja”
“Tidak”
Nayeon berdiri, dan mulai semangat lagi memilih kostum. Ia bersikeras tampil tetap cantik diacara halloween nanti, ia tahu kalau Dahyun akan mengenakan kostum vampir seperti di film vampir diary. Seorang vampir cantik yang tidak terlihat menakutkan melainkan sangat amat anggun.
Ohh mengingat fakta lain bahwa Dahyun begitu menyukai Jungkook, tentu saja Nayeon jadi berusaha lebih keras agar tidak kalah dengan anak kecil itu.
Terbukti, kini Nayeon dengan penuh semangat kembali menelisik setiap kostum yang tersedia di toko tempatnya berada. Mencari kostum apa yang tetap membuatnya cantik meski bertema horor ala halloween.
Tapi, gadis itu kelewat frustasi. Tak ada satu pun pakaian khas cosplay yang membuat tampak cantik, kebanyakan pakaian cosplay disini terlihat aneh dan menakutkan.
“Tidak ketemu?”
Suara Jungkook menginterupsi lamunan Nayeon. Gadis itu menoleh dan membuang napas kasar, lalu menggeleng menyerah.
Jungkook menyunggingkan senyumnya. “Yasudah, kita cari ditempat lain saja, ayo”
Tangan Jungkook terulur menggapai jari jemari Nayeon. Menggenggam Nayeon dan menggiring gadis itu mengikutinya keluar toko.
Kedua sejoli yang masih mengenakan seragam SMA mereka itu saling bergandengan menyusuri pusat perbelanjaan terlengkap dikorea, kawasan myeondong. Sepanjang jalan. Nayeon terus berpikir keras hendak mengenakan kostum apa. Ia juga terus melihat kesekililing, karena siapa tahu ia mendapat ide mendadak.
“Memangnya kau sudah dapat kostum untuk besok?”
Tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari Nayeon.
“Belum” balas Jungkook singkat.
Nayeon mendengus, ia pikir hanya dirinya lah yang belum memiliki kostum. Tapi, sejurus kemudian, gadis itu mendapatkan ide yang cemerlang.
“Kalau begitu, kita cari yang pasangan saja bagaimana? Ide bagus kan? Ide baguskan?” Nayeon berntanya dengan riang.
Jungkook menghentikan langkahnya, menatap Nayeon dengan tatapan serius. “Mwo?”
“Iyaa.. kita cari kostum yang pasangan saja”
Jungkook mendesah, “itu ide buruk”
“Waeeeeee” Nayeon merengek.
“Yaaa yaa.. terserah kau saja”
“Asssaaaaa… ayo kita cari”
Nayeon hendak menyeret Jungkook, tapi Jungkook justru menahan langkah Nayeon.
“Nay, aku lapar, kita makan dulu ya”
***
“Itu semua salah mu, kenapa kau makan lama sekali sih.. semua toko kan jadi sudah tutup” Nayeon terus mengomel.
Kini, ia dan Jungkook tengah berada didalam bus yang akan membawa keduanya pulang. Nayeon tak berhenti mengomel sejak tadi, ia kesal karena Jungkook terlalu lama menghabiskan waktu untuk makan, sampai sampai semua toko cosplay sudah tutup.
“Aku terlalu lapar sayang”
Nayeon tertegun, apa baru saja Jungkook memanggilnya sayang?
Jungkook terkekeh melihat bagaimana ekspresi Nayeon, dari posisinya sekarang. Ia memang hanya bisa melihat Nayeon dari sisi samping, dan itu sama sekali tak mengurangi kecantikan puteri hatinya.
Nayeon begitu cantik, bahkan apapun espresi yang ditunjukkan oleh Nayeon. Jungkook menyukainya. Ya, Nayeon itu seperti kolan raksasa yang penuh dengan kecantikan, dan Jungkook sudah menyelam kedalamnya.
“Kita cari saja besok, acaranya kan malam. Dan besok hari minggu”
“Bagimana bisa? Kau kan panitia acara? dan baru tadi pagi kau bilang kalau persiapannya dimulai sejak pagi”
Jungkook mendesis, ia lupa akan hal itu. “Ahh aku lupa”
Nayeon memberengut dan membuang muka kearah jendela. Kalau sudah begini, Jungkook tidak bisa merayu lagi. Ia bahkan tidak menemukan jalan keluar. Yang bisa ia lakukan hanya terus menatap Nayeon yan masih merajuk.
Drtttttt…
Ponsel Nayeon berdering. Baik Nayeon atau Jungkook melihat pada ponsel yang dipegang Nayeon, Jungkook mencibir saat tahu siapa yang menelepon Nayeon.
“Hallo, junior-ahh” Nayeon mengangkat telepon yang ternyata dari Jinyoung.
“Aku belum menumkan kostum” Nayeon mengadu dengan nada yang amat manja pada Jinyoung. Dan sungguh, rasanya Jungkook ingin membanting ponsel itu saat ini juga.
“Jinjjaahhh? Wahhy daebakk.. okey kalau begitu besok jemput aku ya”
Jungkook menautkan alisnya mendengarkan perkataan demi perkataan Nayeon untuk junior via telepon ini.
“Arasso,, jaljahhh” Nayeon menutup sambungan telepon. Raut wajah gadis itu berubah lebih ceria sekarang, Jungkook tidak tahu apa yang dikatakan Jinyoung. Tapi yang pasti, kini Nayeon sudah melupakan kemarahannya karena Jinyoung. Huh sungguh menyebalkan untuk Jungkook
“Jungkook-ah?”
“Hmm” Jungkook tak menatap Nayeon, ia memilih menatap lurus kedepan. Sepertinya Jungkook masih sedikit kesal
“Kata junior, ibunya akan membuatkan pakaian untukku, dan juga aku akan meminta untukmu. Wahh aku bisa memilih kostum pasangan sesuka hati..” Nayeon berkata dengan antusias. Sungguh. Mood seorang im Nayeon begitu gampang berubah.
“Terserah kau” jawab Jungkook sekenannya.
“Okeyyy” Nayeon masih dalam suasana riang, ia bahkan tidak menyadari perubahan sikap Jungkook sejak ia menerima telepon dari junior barusan.
***
Tepat pada malam 31 oktober, biasanya beberapa remaja dikorea akan merayakan yang namanya pesta halloween. Meski tidak seperti dinegara barat, tapi hari halloween ini cukup menarik banyak perhatian dan antusias para remaja.
Banyak yang mengadakan pesta dengan tema kostum halloween yang beragam, tak ketinggalan juga PARANG Senior High school, sekolah ini juga hampir setiap tahun merayakan perayaan halloween.
Dan tahun ini, Jungkook turut dalam kepanitiaan diadakanya acara. Awalnya ia sudah menolak, tapi Jimin terus saja berceloteh ini dan itu membujuknya ikut dalam kepanitiaan. Jimin bilang sih, karena jika si Jungkook yang populer itu menjadi panitia, maka dipastikan acaranya akan ramai dam sukses (meski isinya para hobae yang menggilai Jungkook) .
Jungkook juga tahu alasan itu, karena Jimin sahabatnya yang tidak pernah bicara baik itu dengan senang hati mengatakan alasan mengapa dirinya harus ikut kepanitian. Dan lebih tepatnya ia dijadikan sebagai umpan untuk kesuksesan acara.
“YAKK JEON JUNGKOOK JANGAN DIAM SAJA, CEPAT BANTU BAGIAN DEKORASI”
Jungkook mendecih, ia menatap Jimin dengan kesal. Jadi sekarang Jimin memerintahnya dengan seenak hati? Ohh.. rasanya Jungkook ingin sekali menginjak-nginjak temannya itu.
“Mwoo? Kenapa melihatku begitu?” Tanya Jimin menantang, meski sebenernya ia sedikit takut juga.
Jungkook begitu malas untuk memulai perdebatan, dengan langkah malas ia akhirnya menuruti Jimin.
Langkahnya mengarah pada bagian panggung utama, beberapa siswa dan siswi yang berkumpul disini tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang sibuk berlatih untuk tampil, ada yang sibuk mengatur tatanan panggung, ada yang sibuk mengatur susunan acara dan ada juga yang mengomel tidak jelas seperti Jimin.
Jungkook mengambil sebuah lampion berbentuk labu besar, lampion lampion itu akan ia pasang diatas panggung bagian depan sebagai penghias.
Drrtttt
Baru saja Jungkook akan menaiki tangga untuk memasang lampion tadi, sebuah pesan masuk dari Nayeon menghentikannya.
Jari jemari Jungkook beralih meraih ponsel dan melihat pesan yang masuk itu, sebuah pesan bergambar. Nayeon mengiriminya sebuah gambar kartu nobita dan sizuka
— “Kookie-ahh, bagaimana kalau kita pakai kostum nobita dan sizuka saja? Mereka pasangan yang sweeett” —
Alis Jungkook saling bertaut, pandangannya menatap ngeri pada pesan tersebut. Segera saja Jungkook membalas pesan Nayeon.
— “Tidak! Nobita itu bodoh” —
Tak perlu berlama-lama, Nayeon cepat sekali membalas pesan Jungkook.
–“Cihh.. kalau naruto dan sakura bagaimana?” —
–“Naruto itu bodoh! Lagipula sakura itu dengan sasuke” —
Jungkook semakin fokus mengetikkan beberapa pesan untuk Nayeon. Ia bahkan sudah duduk ditepi panggung, melupakan kegiatannya yang tertunda.
Siapa sangka, berbalas chat dengan Nayeon bisa menjadi candu tersendiri untuk pemuda bermarga Jeon itu.
–“Ihhhh Naruto itu hebat tahu, lagipula dia lebih keren dibanding sasuke” —
–“Tapi naruto itu bodoh” —
Jungkook tersenyum sendiri, makin lama pembahasan keduanya lewat pesan itu makin tidak jelas dan keluar dari topik.
–“Lalu, kau mau pakai kostum apa? Aku sedang dirumah junior sekarang, ibunya sangat baik. Cepat katakan agar aku bisa menyelesaikan kostum itu dengan ibu junior”—
Senyum Jungkook luntur ketika pesan baru masuk untuknya, ia mendesis. Junior lagi? Apa hebatnya sih teman masa kecil? Jungkook terus mendumel dalam hatinya.
–“Terserah kau”— balas Jungkook lagi sekenannya. Mood nya jadi hancur sekarang.
“YAKK KAU MALAH BERMAIN PONSEL SEKARANG??”
Suara cempreng Jimin makin membuat Jungkook jengkel. Ia pun melempar ponselnya kearah Jimin, yang tentu ditangkap dengan sigap oleh Jimin.
“YAKKKK” Jimin hendak protes.
Tapi Jungkook tak merespon, dan kini.kembali memasang lampion yang tadi sempat tertunda.
“Kenapa wajahnya jelek sekali?” Ujar Jimin sepela mungkin,
“Yakkk.. Jungkook oppa itu tidak jelek tahu sunbae boncel”
Jimin terlonjat kaget, suara yang lebih cempreng darinya menggema diseisi aula. Kim Dahyun, siswa kelas satu memelototi Jimin dengan galak. Jimin yang notabene adalah senior disini pun hanya bisa menelan ludahnya tanpa berkomentar.
Dahyun meninggalkan Jimin dengan jutek, berlarian kecil menuju Jungkook.
“Jungkook sunbae, mari ku bantu”
***
“Ini cantik kan Nayeon?”
“Mwooooo??? Si kecil itu mendekati Jungkook?”
Momo membelalakkan mata, ia menoleh dan melihat Nayeon yang sudah berapi-api dengan ponsel ditelinga. Sepertinya Jungkook sedang mengomel dengan seseorang.
“Tapi tadi Jungkook masih membalas pesanku” keluh Nayeon
Kalau begini Momo hanya bisa diam, duduk tenang, dan menonton. Sama seperti yang dilakukan Jinyoung.
“Ouhh.. sepertinya akan ada perang setelah ini” kekeh Jinyoung.
Momo ikut terkekeh meski masih menatap ngeri Nayeon yang sedang emosi jiwa raga dan negara.
“YAKK PARK JIMIN AKU BUNUH KAU KALAU BOHONG PADAKU!!!”
Brakkkk
Nayeon membanting ponselnya kasar, Momo segera berlari kearah ponsel tak berdosa.
“Yaaa Nayeon,ahh… ini bahkan ponsel incaranku, kau yang sudah punya kenapa membuangnyaaaa”
Nayeon ternganga, dan Jinyoung tertawa melihat tingkah Momo.
“Yaaaaaaa”
Momo tersenyum, “kali ini apa lagi?”
“Dahyun dan Jungkook diaula bersama”
“Mereka bersama dengan panitia lain juga kan?” Imbun Jinyoung.
“Iyaaa tapi mereka melakukan pekerjaan yang sama.. ahhh anak kecil itu sepertinya menantangku”
“Heoll.. kau bahkan tidak lebih kuat darinya Nayeon”
“Neee?” Nayeon dan Momo menyeru bersama, melayangkan pertanyaan maksud dari ucapan Jinyoung.
“Dahyun itu kuat, dia itu gadis yang jago karate dikelas satu”
Nayeon menelan ludahnya, tiba-tiba saja dikepalanya muncul sebuah bayangan jika ia dan Dahyun berkelahi. Dan tentu saja dirinya yang babak belur.
Nayeon menggelengkan kepalanya, membuang semua bayangan aneh yang lebih aneh karena menjatuhkan dirinya sendiri. “Tapi tetap saja, aku itu pacarnya Jungkook, seharusnya kan dia menjaga jarak dengan Jungkook”
Jinyoung mendesis, “apa hebatnya sih pacaran dengan pria seperti itu?”
Momo tersenyum,
“Kau bisa ulangi lagi junior?” Tanya Nayeon dengan wajah mengancam. Dan Jinyoung hanya membalas kekehan serta tanda peace ditangannya.
“Ahhg bagaimana ini Momo…” Nayeon merengek bingung, ia bahkan kadang merasa terlalu lelah mendapati fakta bahwa kekasihnya itu amat populer dan menjadi idaman gadis lain.
“Nayeon-ahhh.. eomma sudah menyiapkan baju untukmuuu”
Suara ibu Jinyoung membuat mereka menoleh besama, mata Nayeon berbinar melihat sebuah kostum yang dibawa oleh ibu Jinyoung.
“Uahhhh”
***
“Aku pusing memilih kostum untukmu, kau pilih saja kostum sendiri, aku akan pakai kostum hary potter nanti malam, kau harus cari yang cocok dengan ku arasso..”
Jungkook baru saja di kirimi pesan oleh Nayeon yang berisi tentang pilihan kostum gadis itu. Tak lupa ada kata kata ancaman disana.
Ya paling tidak, Jungkook lega karena Nayeon masih mau mengiriminya pesan setelah menerima laporan Jimin tentang Dahyun yang membantunya sepanjang persiapan acara.
“Noonaaa… kacamata ini tidak cocok” Jungkook begitu heboh. Ia sempat kehabisan akan harus memakai kostum apa.
Sang kakak mendesah berat, tidak biasanya adiknya yang kalem itu mendadak menjadi biang heboh seperti sekarang.
“Hyung.. pakai ini sajaaa” seorang anak kecil kisaran berusia 8 tahun berlarian kearah Jungkook. Memberi Jungkook sebuah kaca mata bulat yang biasa ia koleksi.
“Wahh yang ini baru benar.. kau memang adikku yang kerenn” Jungkook memuji adik kecilnya.
“Kalian berdua aneh, kostum macam apa itu?”
Jihyun kakak Jungkook berjalan keluar, meninggalkan Jungkook dan jungshin berdua.
“Aku terlihat keren kan?” Tanya Jungkook pada adik laki-lakinya.
“Kerennn.. kau seperti detektif conan sungguhan” dua jempol jungshin berikan untuk hyungnya.
Jungkook mengusap lembut kepala jungshin, kemudian ia bersiap untuk pergi lebih dulu, karena sedari tadi Jimin terus membawelinya agar segera datang kembali kesekolah.
“Tapi, kenapa hyung tidak meminta pacar hyung yang menyiapkan kostum?”
Jungkook tertawa “dia payah dalam urusan memilih”
“Kalau payah kenapa hyung pacari?”
Jungkook makin terkekeh, “justru itu specialnya, yahh nanti kalau sudah besar kau juga tahu, hyung pergi” Jungkook berjalan keluar rumah.
“Neee..” jungshin melambaikan tangannya pada Jungkook dan kemudian memiringkan kepalanya, “aku tidak mengerti”
“Mengerti apa?”
“Yakk noona mengagetkanku”
“Heoll kau sama seperti kakakmu itu”
Jihyun memilih menghiraukan adiknya, dua makhluk laki-laki keturunan keluarga jeon itu benar benar mirip tanpa cela, sampai jihyun kadang iri karena dia satu satunya anak perempuan dikeluarga besar ini.
“Noona?”
“Waeeee?” Tanya jihyun malas
“Kalau pilih pacar itu harus yang seperti apa?”
Jihyun hampir saja memuntahkan air yang baru saja diminumnya, “astagaa.. jeon Jungkook apa yang dia katakan pada bocah iniii”
***
Malam acara halloween pun tiba, semua siswa PARANG senior highschool.mulai berdatangan. Dari gerbang sekolah, nuansa khas halloween sudah terpampang. Lampu-lampu lorong sekolah yang dibuat remang serta aksesoris aksesoris yang menyeramkan sangat mendukung.
Jungkook berdiri disudut ruangan tepat didepan aula acara utama, ia terus melihat kearah lorong gerbang sekolah. Mencari-cari kedatangan Nayeon.
Ia tidak bisa menjemput Nayeon karena Jimin yang terus mengoceh, dan juga karena panitia mengadakan rapat sebelum acara dimulai. Jujur, ia merasa tidak enak pada Nayeon. Dan juga, ia khawatir jika Nayeon akan datang dengan si junior itu.
Ahhh.. ia akan menarik Nayeon langsung jika itu benar terjadi.
“Sunbae?”
Jungkook menoleh, Dahyun yang mengenakam pakain vampir nan anggun menghampirinya.
“Apa yang kau lakukan disini?”
“Aku menunggu”
“Ahh Nayeon sunbae?” Tanya Dahyun
Jungkook mengangguk, Dahyun mengerucutkan bibirnya.
“Nayeon sunbae itu beruntung ya, saat SMP dia juga jadi puteri disetiap pesta, dan saat SMA juga”
Jungkook menautkan alisnya bingung, “maksudmu?”
“Nayeon sunbae itu satu SMP denganku dulu, tapi mungkin dia tidak tahu, Nayeon sunbae pernah membuat heboh saat pesta graduation, ia menari trouble maker dengan Jinyoung sunbae.. wahh itu sangat hebat”
Apa itu? Berita macam apa itu?
Jungkook memicingkan matanya, “maksudmu?”
Dahyun tersenyum dan mengeluarkan ponselnya, ia menunjukkan pada Jungkook video berdurasi kurang dari satu menit dimana Nayeon dan junior menari trouble maker saat SMP.
Jungkook menghela napas melihatnya.
“Mereka sangat serasi, ku pikir mereka akan berkencan, eh ternyata Nayeon sunbae malah berpacaran denganmu”
“Gomawo” balas Jungkook singkat. Ia tidak mau berkomentar lebih.
“Hai”
Jungkook dan Dahyun menoleh, Dahyun membelalakkan mata mendapati seseorang mengenakan pakaian spiderman didepannya.
Tapi tak lama, ia kembali bernapas normal saat orang itu membuka topeng, ternyata Jinyoung mengenakan pakaian spiderman di hari halloween ini.
“Happy halloween” ujar Jinyoung
“Selera pakaian yang buruk” cibir Jungkook
Jinyoung melotot, “ini karakter kesukaan Nayeon tahu!!” Balas Jinyoung. Dan bingo! Jungkook kembali memanas mendengarnya. Ia benar-benar merutuk persahabatan antara perempuan dan laki-laki didunia ini.
“Mana Nayeon?”
“Dia belum tiba, dia akan datang dengan Momo”
Setidaknya penjelasan Jinyoung membuat Jungkook menghela napas lega.
“Yaaa Kim Dahyun, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Jinyoung
“Menemani Jungkook sunbae”
“Heoll.. kau menemani seseorang yang sudah punya pacar! Sudah masuk sana.. ayoo”
Jinyoung menyeret Dahyun memasuki aula, meski Dahyun berontak tapi tetap tidak membuahkan hasil. Jinyoung sengaja melakukan itu agar Nayeon tidak melihatnya. Paling tidak, Nayeon tidak akan berubah menjadi nenek sihir malam ini.
Jungkook tentu tahu alasan Jinyoung, dan ia cukup berterimakasih akan itu. Dan benar saja, tak lama sosok Nayeon yang mengenakan seragam sekolah berbalut jubah hary potter muncul dari arah gerbang.
Rambut Nayeon dikepang dua, ia mengenakan kaca mata bulat khas harry potter, tak lupa Nayeon juga memegang sebuah tongkat layaknya penyihir sungguhan.
“Cantik” batin Jungkook
Nayeon begitu terlihat manis, ia bahkan mampu menghipnotis Jungkook dengan kostum halloween itu. Tetap pada karakter seorang im Nayeon. Lugu, polos, lucu dan juga cerewet.
Jungkook segera menghampiri Nayeon, sekarang ia sudah tidak sedingin dulu pada Nayeon. Pelajaran saat Nayeon marah padanya sudah cukup ia terima, satu fakta yang ia tahu setelah itu adalah. Dirinya yang terlalu menyukai Nayeon.
“Hai.. pretty potter”
Sapaan Jungkook membuat Nayeon tersipu malu, pipi gadis itu bersemu merah. Ia menundukkan wajahnya dan tersenyum.
Ahh manis sekali..
“Heolll.. sepertinya aku harus pergi” Momo segera pergi meninggalkan Jungkook dan Nayeon.
Nayeon menggigit bibir bawahnya gugup, ini bahkan ditempat umum. Dan ia sama sekali tidak bisa menutupi kebahagiaan saat Jungkook menyapanya.
“Kajja, kita masuk” tangan Jungkook mengadah mengajak Nayeon.
Nayeon pun menyambut tangan Jungkook. Saling menggenggam dan memandang sebentar.
“Kau pakai kostum apa?” Satu pertanyaan keluar dari Nayeon saat ia melihat pakaian Jungkook.
“Conan”
Nayeon tertawa, “ahhh lucuu”
Jungkook ikut tertawa, ya boleh ia akui untuk malam ini ia memang sedikit berpakaian berbeda dari gayanya. Tapi tak apa, jika Nayeon suka, maka tidak ada masalah untuknya.
“Kau ingin minum sesuatu?” Tanya Jungkook pada Nayeon saat mereka sudah berada didalam aula.
Nayeon mengangguk antusias “colla pleaseee”
“Susu cokelat”
“Colla”
“Soda itu tidak baik”
“Sekali sajaaa.. eohh”
Jungkook menghela napas, ia pun mengambil sebuah kaleng minuman colla, saat ia hendak memberikannya pada Nayeon. Senyum jahil terpampang diwajah tampannya.
“Nayeon-ah?”
“Ne?”
Dibalik punggung Jungkook, ia sedang mengocok kaleng minuman soda itu.
“Apa kau benar pernah menari duet dengan Jinyoung?”
Mata Nayeon membesar, “mwo?”
“Euyyy jadi benar, yaaa jujur aku cemburu saat tahu, aku tidak suka kau menari atau apapun dengan laki-laki lain. Meski saat itu aku belum mengenalmu”
Nayeon menunduk, ia merasa bersalah. Tapi ia juga senang, karena ini pertama kalinya Jungkook mengakui kecemburuannya.
“Tapi kan, itu dulu”
Jungkook mengangguk-anggukan kepalanya paham,
“Aku tahu, ini” Jungkook menyerahkan minuman kaleng soda yang sudah ia kocok pada Nayeon.
“Boleh?” Tanya Nayeon
“Tentu, tapi kau harus berjanji satu hal pada ku”
“Apa?”
“Jangan pernah terlalu dekat lagi dengan Jinyoung, aku tahu kalian itu berteman dekat sudah lama, tapi aku tetap cemburu, dan kau tidak mau kan aku patahkan leher temanmu itu?”
Nayeon mengerucutkan bibirnya, “aku tidak janji, tapi memangnya kau bisa?”
Nayeon merebut minuman kaleng itu, dan akan membukanya. Jungkook tersenyum dan perlahan melangkah mundur,
“Aku sudah banyak belajar dari kakakmu soal mematahkan tulang seseorang”
Nayeon tak menghiraukan ucapan Jungkook, ia berusaha membuka minuman kalengnya. Tenggorokannya sudah sangat kekeringan dan haus.
BUSHHHHH
“Yaaakkkkkkkkk”
Nayeon berteriak histeris saat collanya menyembur keluar dengan brutal. Menyiram area wajahnya
Jungkook tertawa dan berjalan menjauh.
“Sudah kubilang, susu cokelat itu lebih baik, happy halloween nay.. saranghaeeeee pretty potter”
“YAKKKK JEON JUNGKOOKKKKKKKK”
Nayeon berlarian mengejar Jungkook, tak peduli dengan siswa lain yang melihat mereka. Kedua sejoli itu tampak bahagia dan menganggap bahwa diaula ini hanya ada mereka berdua. Kim Dahyun yang melihat itu menangis, ia sedih karena Jungkook sunbaenya sudah punya pacar, tapi ia juga tersenyum karena itu hal yang sangat romantis.
“Ini?”
Dahyun melihat seseorang memberikannya tissue, ia adalah park Jimin.
Dahyun mengambil tissue itu kemudia menghapus air matanya, “mereka serasi sekali”
“Ahh.. hatiku sakit melihatnya” suara Jinyoung dari belakang Dahyun membuat Dahyun menoleh,
Jinyoung juga menoleh pada Dahyun, tak lama ia tersenyum.
“Mau berdansa denganku, kim Dahyun?” Tawar Jinyoung
“Yakkkk Jinyoung, aku duluan yang menghampirinya. Dahyun-ah, berdansa denganku saja ya?”
Dahyun diam dengan wajah innocentnya, memandangi Jinyoung dan Jimin bergantian. Dua kakak kelas yang tampan, mengajaknya berdansa?
Ohh sepertinya ia akan menyusul keberuntungan Nayeon.
Fin
:D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar